Pemerintah telah menuntaskan pembangunan Bandara VVIP IKN di kawasan Ibu Kota Nusantara, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. PT Brantas Abipraya (Persero) bersama BUMN konstruksi lainnya telah merampungkan konstruksi udara, termasuk landasan pacu (runway), taxiway, apron, serta terminal VIP dan VVIP.

Tonggak sejarah ini menandakan kesiapan infrastruktur strategis nasional untuk mendukung mobilitas pejabat tinggi negara, tamu kenegaraan, dan masyarakat umum dalam waktu dekat.

Spesifikasi Teknis: Bandara Siap Layani Pesawat Besar

Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 621 hektare ini memiliki runway sepanjang 3.000 m dan lebar 45 m, cukup untuk mendaratkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777‑200 ER hingga Airbus A380.

Baca juga:  Ikut Ramaikan Pileg Kabupaten Blitar, 3 Purnawirawan TNI-Polri Juga Mendaftar

Selain itu, apron bandara seluas 102.150 m² dan dua taxiway berukuran 180 × 30 m, serta terminal VIP dan VVIP dengan total luas 7.350 m² mampu memberikan kapasitas optimal untuk akselerasi operasional.

Teknologi BIM & Estetika Kearifan Lokal

Dalam proses konstruksi, tim pelaksana menggunakan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk memantau progress secara real-time serta menjamin akurasi pekerjaan.

Desain terminal memadukan nilai estetika dengan kearifan lokal. Atapnya terinspirasi dari perisai tradisional Suku Dayak bernama Talawang yang mana mencerminkan kekuatan sekaligus perlindungan. Konsep “green airport” ini juga menekankan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

Status Operasional: Fisik Siap, Administrasi Sedang Dikebut

Menurut pantauan Dian Rana, seorang konten kreator lokal, kondisi runway telah siap secara fisik, namun izin operasional komersial masih dalam proses pengesahan. Meskipun sertifikasi kelayakan telah diperoleh sejak 12 Juni 2025, tetapi regulasi teknis tambahan masih menunggu finalisasi.

Baca juga:  Mesin Kompresor Meledak, Tukang Tambal Ban di Blitar Tewas Seketika

Target Agustus 2025: Dekat Masuki Masa Operasi

Dian Sovana selaku sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya menyatakan bahwa seluruh fasilitas bandara ditargetkan rampung dan siap digunakan pada Agustus 2025. Hal ini tentunya membuka peluang untuk melakukan uji coba penerbangan dalam rangka persiapan operasional resmi, termasuk melayani penerbangan kepresidenan maupun charter tamu negara.

Potensi Ekonomi & Konektivitas Regional

Selain mendukung mobilitas pemerintahan, Dian Rana sebagai Dokumentator pembangunan IKN asal Kaltim berharap bahwa bandara VVIP IKN bisa menjadi penghubung bagi pertumbuhan ekonomi di sekitar IKN.

Baca juga:  Muncul Penolakan Timnas Israel di Puala Dunia U-20, PSSI Kebingungan

Akses yang lebih cepat akan memperlancar arus barang dan jasa, menarik investasi, serta meningkatkan konektivitas antara Kalimantan Timur dengan wilayah lain di Indonesia maupun internasional. Potensi ini menjadikan bandara sebagai salah satu ikon infrastruktur nasional sekaligus simbol konektivitas global.

Dengan rampungnya pembangunan fisik, Bandara VVIP IKN memasuki tahap akhir: pengesahan aturan teknis dan uji coba operasional. Jika semua berjalan sesuai rencana, Agustus 2025 bisa menjadi momen bersejarah saat bandara ini mulai melayani penerbangan pejabat hingga masyarakat luas.

Iklan