Enam bulan lalu, blantika musik Tanah Air dikejutkan dengan rilisnya karya yang spektakuler dari Ghea Indrawari. Single itu berjudul “Jiwa Yang Bersedih”, satu lagu yang mendapatkan respons positif dari jagad Youtube.

Bagaimana tidak, beberapa saat setelah dirilisnya video klip Jiwa Yang Bersedih Jiwa Yang Bersedih, ia sudah menduduki Top #10 di Youtube. Dan hingga saat ini, total viewers-nya mencapai 69 juta. Luar biasa bukan?

Tentunya ini tidak terlepas dari makna lirik yang sangat menyentuh dan emosional. Banyak yang menyebut, lirik lagu Jiwa Yang Bersedih karya Ghea Indrawari ini erat kaitannya dengan psikologis manusia. Menuntut diperhatikan dan dihargai.

Makna Video Klip Ghea Indrawari – Jiwa yang Bersedih Karya

Sebagai bentuk kekaguman terhadap karya musikal Ghea Indrawari, kali ini Halo Blitar akan memberikan review makna video klip Jiwa Yang Bersedih. Dikutip dari komentar Youtube dengan akun @dewiregalia, berikut ini ulasan makna yang dinarasikan ulang oleh Rozak Al-Maftuhin.

Gadis yang berlari dari pinggir pantai dan masuk ke dalam hutan

Cuplikan ini menggambarkan seorang manusia yang lahir ke dunia dan bebas memilih jalan hidup yang seperti apa. Sang gadis berlari dalam perjalanannya, tergesa-gesa sampai akhirnya dia lupa bahwa dia sudah berjalan jauh tanpa sempat bersinggah untuk berpikir sejenak.

Baca juga:  Diduga Tersandung Kasus Pidana, Bacaleg Dilaporkan ke KPU Kota Blitar

Dalam perjalanannya itu, dia melihat dan merasakan betapa indahnya dunia (hutan), namun dengan kenyataan bahwa di sana juga tidak ada tempat berteduh dan juga sangat dingin. Selain itu, hal ini sejatinya menggambarkan kehidupan ini, yang terlihat ramai tetapi terasa dingin di jiwa.

Buku hitam yang ditemukan

Buku yang digenggam Ghea, menggambarkan bagaimana cara manusia di dunia ini menjalani hidup. Sang gadis yang tersesat, percaya bahwa buku yang dia punya bisa menuntunnya melanjutkan perjalanan dengan memberikan secerca petunjuk.

Mulai dari mencari ‘koin’, yang memberikan makna uang seolah menjadi barang berharga yang bisa memberikan kebahagiaan sejati. Dia harus mendapatkannya meskipun harus mengotori tangannya sendiri (menggambarkan orang yang dituntut mencari uang, bahkan dengan cara yang tidak baik sekalipun).

Buku hitam itupun dianggap oleh Gadis sebagai satu-satunya petunjuk untuk bertahan hidup. Maka dia pun melanjutkan apa yang sudah tertera di buku itu (menegaskan tradisi manusia yang secara turun temurun tidak berubah, dan menjadi ‘standar’ tersendiri seolah-olah ‘seperti inilah seharusnya manusia hidup’).

Peluit dan tiupannya

Penggalan video ini menggambarkan keinginan manusia untuk (ingin didengar, dilihat, dan keberadaannya dirasakan orang lain). Setelah manusia sudah merasa memiliki hal yang dia anggap paling penting di dunia ini, maka selanjutnya ia juga ingin orang lain melihat apa yang sudah dia dapatkan (memamerkan harta benda, pencapaian, kesuksesan, dan apapun itu yang menjadikan dirinya merasa dihargai).

Baca juga:  Unik dan Nikmatnya Olahan Mi Organik dari Kebun Honocoroko Blitar

Dalam video tersebut, sang gadis menemukan pluit yang ketika dia meniupnya, terdengar suara peluit lain dari berbagai arah seakan menjawab suaranya. Namun sayang! Tiada satu pun yang nampak dari suara peluit balasan itu di depan matanya. Seolah potongan video klip Jiwa Yang Bersedih sesi ini ingin memberitahu kita, tidak semua yang ditampakkan orang itu nyata, yang terkadang respon mereka terhadap kita hanya sebatas semu.

Lalu ada satu sosok (yang memakai gaun putih) yang terasa berlarian di depannya. Dialah jiwa kita, hakikat diri yang tidak akan pernah berkhianat. Jiwa itu akan hadir menyadarkan kita akan suatu perbuatan yang sejatinya tidak membawa kebaikan. Cita-cita semu, pamrih, rasa ingin dipuji, jiwa kita tidak memerlukan itu. “Jadilah diri sendiri, dan bahagialah dengan itu.”

Lentera terbang

Sesi ini menggambarkan dimana sang gadis yang sudah mengikuti petunjuk pertama dan kedua dari buku hitam, selanjutnya harus berusaha membuat lentera terbang. Tak cukup dengan uang dan suara yang lantang, si gadis seolah dituntut untuk berkarya (yang disimbolkan dengan lentera) agar diakui semua orang.

Baca juga:  Dikira Boneka, Pemancing di Blitar Temukan Bayi Mengapung Tak Bernyawa

Gadis bergaun putih itu kembali hadir, menggenggam pundak Ghea yang sedang tersipu menangis dan mengangkatnya berdiri. Pesan yang sangat mendalam pada sesi video klip Jiwa Yang Bersedih ini ialah “sudahi lelahmu untuk mengejar penilaian manusia. Hargailah dirimu sendiri sebagai pribadi yang utuh. Kamu sudah hebat!”

Cermin

Cermin memberikan simbol bahwa sang gadis berhasil (dibimbing oleh jiwanya) keluar dari kehidupan semu yang rumit. Dia perlahan menatap dirinya di hadapan cermin sebagai manusia yang berdaulat, kemudian tersadar bahwa selama ini yang dikejar (eksistensi) merupakan suatu kekeliruan. Sebuah momentum yang saran akan kontemplatif (renungan), bahwa dia sudah berjalan sangat jauh, mengukir berjuta karya, banyak berbuat untuk sesama, tapi dia tetap tidak puas diri karena menjadikan “omongan orang” sebagai standar kebahagiaan.

Di dalam cermin tersebut, Ghea diserupakan gadis bergaun putih yang sedang tersenyum cerah. Motivasi diri itu membangkitkan kesadaran sang gadis, bahwa selama ini dia sudah hebat, maka apapun yang dikatakan orang, dia tidak perlu risau, dia tetap hebat. Dia sangat hebat, dia pantas berbahagia atas kehebatan itu.

Kita semua hebat dengan apa yang kita miliki dan apa yang kita capai. Berbahagialah! Kita pantas mendapatkannya.

~ Rozak Al-Maftuhin ~

Narator Utama: @dewiregalia
Dinarasikan ulang oleh: Rozak Al-Maftuhin

Iklan