Dana Bansos PKH Nenek di Blitar Raib, Diduga Dikuras Orang Tak Bertanggung Jawab

ilustrasi kartu bansos PKH (Sumber gambar: radarbogor.jawapos.com)

Nasib malang dialami Tumirah (63), seorang nenek dari kategori warga sangat miskin asal Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi tumpuan hidupnya diketahui raib setelah diduga diambil oleh pihak lain tanpa sepengetahuannya.

Tumirah sempat berupaya menelusuri keberadaan dana PKH miliknya. Dari hasil pengecekan ke bank, terungkap bahwa saldo dalam kartu PKH milik nenek tersebut telah ditarik secara berkala sebanyak tiga kali transaksi.

“Memang benar ada kejadian seperti itu. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pendamping PKH terkait kasus tersebut,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Kabid Lijamsos) Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Yuni Urinawati, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga:  BLTS Kesra Mulai Cair di Blitar, 150 Ribu Warga Terima Bantuan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dinas Sosial Kabupaten Blitar, kartu ATM PKH milik Tumirah sebelumnya dipegang oleh mantan ketua kelompok. Alasannya, untuk mempermudah proses pencairan dana karena Tumirah sudah lanjut usia.

Kecurigaan mulai muncul pada akhir Agustus 2025, saat kartu PKH Tumirah dicek di mesin ATM wilayah Kesamben dan muncul keterangan kartu tidak dapat diakses. Kondisi tersebut mendorong Tumirah untuk mendatangi pihak bank guna memastikan kondisi kartu PKH miliknya.

Pihak bank kemudian membantu melakukan pengecekan, termasuk mencetak riwayat transaksi tiga bulan terakhir. Dari hasil print-out tersebut, diketahui adanya beberapa transaksi penarikan tunai yang dilakukan menggunakan kartu PKH lain dengan enam digit nomor belakang yang berbeda dari kartu milik Tumirah.

Baca juga:  Cemburu Pacar Dibonceng Lelaki Lain, Remaja Blitar Sebar Video Bugil Sang Kekasih

Dari temuan tersebut, dipastikan dana dalam ATM PKH Tumirah telah dikuras oleh pihak lain. “Saat ini masih kami lakukan monitoring untuk mengetahui siapa yang melakukan penarikan tersebut. Kami terus berkoordinasi dengan pendamping PKH, dan jika sudah ada informasi yang jelas akan kami sampaikan,” tegas Yuni.

Saat ini Dinas Sosial Kabupaten Blitar telah turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan dari pendamping PKH terkait penitipan kartu ATM PKH Tumirah kepada mantan ketua kelompok.

Baca juga:  Setelah Bertahun-tahun Menunggu, Warga Kawasan Hutan di Blitar Terima SHM Gratis

“Yang jelas, nanti akan kami informasikan bagaimana sebenarnya kejadian ini,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Iklan