Cuaca Ekstrem Awali 2026, Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Blitar
Memasuki pekan pertama tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi ini menyebabkan pohon tumbang di beberapa lokasi serta kerusakan ringan pada rumah warga di tiga kecamatan, yakni Gandusari, Nglegok, dan Sanankulon. Meski menimbulkan kerugian material, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Blitar pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hujan deras yang disertai angin kencang itu memicu tumbangnya sejumlah pohon serta merusak bagian rumah warga, terutama pada atap bangunan.
“Pekan pertama 2026 ini diawali dengan cuaca ekstrem. Hujan deras dan angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan kerusakan rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Wahyudi.
Di Kecamatan Gandusari, dampak paling menonjol terjadi di Desa Ngaringan RT 01/RW 01. Sebuah pohon tumbang menutup jalan alternatif penghubung Desa Butun dan Desa Ngaringan, sehingga sempat menghambat aktivitas dan mobilitas warga.
Masih di wilayah yang sama, rumah milik Samsul di Desa Sukosewu RT 03/RW 01 tertimpa pohon waru. Akibat kejadian tersebut, sebagian genting rumah rusak dan kabel listrik di lokasi dilaporkan putus.
Sementara itu, di Kecamatan Nglegok, angin kencang merusak atap rumah milik Yudi Efendi di Lingkungan Karang Anom RT 005/RW 007, Kelurahan Nglegok.
Atap rumah tersebut terlepas dan terbawa angin. Kerusakan serupa juga terjadi di Kecamatan Sanankulon. Di Desa Gledug, Dusun Sumberagung RT 01/RW 05, rumah milik Sholekah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dapur dan teras setelah tertimpa pohon tumbang.
Wahyudi menambahkan, setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD Kabupaten Blitar segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
Petugas melakukan penanganan dengan memotong dan membersihkan pohon tumbang, mendata kerusakan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Polri, PLN, perangkat kecamatan dan desa, serta warga setempat.
“Seluruh lokasi kejadian sudah tertangani dan kondisi saat ini dinyatakan aman dan kondusif,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Blitar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta rutin memantau kondisi lingkungan sekitar, khususnya di wilayah yang rawan pohon tumbang dan bencana hidrometeorologi. (HEV/YUN)



