Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat berdampak serius terhadap operasional perjalanan kereta api. Beberapa jalur rel di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, dilaporkan tergenang banjir.

Kondisi ini mengakibatkan gangguan perjalanan kereta, mulai dari pembatasan kecepatan hingga keterlambatan kedatangan di sejumlah stasiun tujuan.

Salah satu perjalanan yang terdampak cukup signifikan adalah Kereta Api Brantas yang melayani rute Blitar–Jakarta. Kereta tersebut mengalami keterlambatan sangat panjang, baik untuk perjalanan keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Blitar.

KAI Daop 7 Madiun mencatat keterlambatan KA Brantas mencapai belasan jam akibat genangan air yang menghambat lintasan di wilayah lain.

Baca juga:  Tambahan Anggaran Rp 12 Miliar, Dinas PUPR Blitar Genjot Perbaikan Jalan Rusak

Selain menyebabkan keterlambatan, kondisi banjir juga memaksa KAI mengambil langkah tegas berupa pembatalan sejumlah perjalanan kereta api. Kebijakan ini dilakukan semata-mata demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penumpang.

Atas pembatalan tersebut, KAI menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan biaya tiket secara penuh kepada pelanggan.

Tohari selaku Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun menjelaskan bahwa peningkatan jumlah titik banjir mulai terjadi sejak Sabtu (17/1) malam hingga Minggu (18/1) dini hari.

Wilayah yang paling terdampak berada di area kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus agar perjalanan kereta tetap aman.

Baca juga:  Longsor di Tambang Pasir Kali Putih, Dua Penambang Masih Dicari

“Keselamatan perjalanan kereta api beserta penumpang adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan semakin banyaknya titik banjir serta risiko keterlambatan yang tinggi, kami melakukan penyesuaian pola operasi,” terang Tohari.

Ia menambahkan bahwa langkah yang diambil meliputi pengaturan ulang rute perjalanan, pembatasan kecepatan kereta, hingga pembatalan perjalanan tertentu.

Bagi penumpang dengan tujuan Blitar, dampak paling terasa adalah keterlambatan KA Brantas relasi Pasarsenen–Blitar. Berdasarkan data yang dihimpun pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB, kereta tersebut tercatat mengalami keterlambatan hingga 678 menit atau lebih dari 11 jam. Kereta diperkirakan baru tiba di Stasiun Blitar sekitar pukul 14.33 WIB.

Baca juga:  Penderita Komorbid hingga Atlet Rentan Terdampak Buruk Cuaca Panas

Tak hanya keterlambatan, beberapa perjalanan kereta yang berkaitan langsung dengan Blitar juga dibatalkan. Di antaranya KA Brantas relasi Blitar–Pasarsenen dan Pasarsenen–Blitar, serta KA Matarmaja rute Malang–Pasarsenen pulang pergi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Untuk perjalanan yang dibatalkan, KAI memberikan pengembalian biaya tiket secara penuh sesuai aturan yang berlaku,” tutur Tohari.

Ia menjelaskan bahwa proses pengembalian dana dapat dilakukan maksimal tujuh hari sejak tanggal pembatalan melalui loket stasiun atau layanan Contact Center 121. (IND/SAN)

Iklan