Jalan Rusak Parah, Sopir Truk dan Petani Tebu di Blitar Bergerak Perbaiki Secara Swadaya

perbaikan jalan secara swadaya oleh sopir truk dan petani tebu di Blitar (Sumber gambar: beritajatim.com)

Ratusan warga di wilayah Blitar Selatan yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk dan Paguyuban Petani Tebu menunjukkan kepedulian melalui aksi gotong royong dengan memperbaiki jalan rusak parah secara mandiri di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.

Langkah ini diambil karena masyarakat menilai kondisi jalur utama yang menghubungkan Desa Gunung Gede dengan kawasan wisata Pantai Tambakrejo sudah terlalu lama tidak mendapatkan penanganan yang memadai.

Jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama mobilitas warga, distribusi hasil tebu, serta jalur logistik masyarakat setempat.

Para sopir truk dan petani tebu secara sukarela menyisihkan dana pribadi, dengan nominal berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp450 ribu per orang, untuk membeli material penambal jalan.

Baca juga:  Pantai Jebring, Surga Tersembunyi dengan Pesona Alami di Ujung Blitar

Dana hasil swadaya itu kemudian dimanfaatkan untuk menutup lubang-lubang besar yang selama bertahun-tahun membahayakan pengguna jalan serta meningkatkan biaya operasional, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian.

“Ini murni inisiatif warga. Kami sepakat mengumpulkan dana karena jika menunggu penanganan dari pemerintah dirasa terlalu lama, sementara kondisi jalan semakin rusak dan berbahaya,” ujar tokoh masyarakat setempat, Rofi, Jumat (1/5/2026).

Menurut warga, kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan pengguna jalan.

Kesepakatan untuk melakukan aksi swadaya ini merupakan hasil koordinasi antara Ketua Paguyuban Sopir Truk, Yudi, dan Ketua Paguyuban Petani Tebu, Mianto, yang berupaya mencari solusi cepat demi menjaga roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

“Kami tidak bermaksud melawan atau mengabaikan peran pemerintah. Ini hanya langkah cepat. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi kami. Jika terganggu, masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya,” tegas Rofi.

Selain memberikan kontribusi dana, warga yang tidak mampu secara finansial tetap ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan tenaga melalui kerja bakti dalam proses perbaikan jalan.

Baca juga:  Warga Protes Limbah Peternakan Sapi, DPRD Blitar Turun Tangan

Hasilnya, kondisi jalan kini dinilai jauh lebih layak dilalui dibanding sebelumnya, meskipun perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara.

Aksi solidaritas masyarakat Blitar Selatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan swadaya masih menjadi kekuatan besar dalam menghadapi persoalan mendesak di daerah.

Kini, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melihat gerakan ini sebagai sinyal penting bahwa kebutuhan akan infrastruktur permanen di wilayah Blitar Selatan sangat mendesak, guna mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keselamatan warga. (HEV/YUN)

Tinggalkan Komentar

Iklan