DKPP Blitar Jamin Stok Pangan Melimpah, Kebutuhan Warga Aman hingga Setahun
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar memastikan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang pergantian tahun berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Hingga akhir Desember 2025, stok sejumlah komoditas strategis tercatat melimpah di berbagai titik penyimpanan.
Berdasarkan data per 22 Desember 2025, persediaan pangan utama seperti beras, telur, dan daging tersedia dalam jumlah yang memadai. Koordinator Kelompok Kerja Distribusi dan Cadangan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Nanda Ratno Santoso, menyampaikan bahwa total stok beras saat ini mencapai 11.877.750 kilogram.
Cadangan beras tersebut tersimpan di gudang Bulog Blitar, serta diperkuat oleh stok di tingkat penggilingan yang mencapai sekitar 250 ton.
Menurut Nanda, komposisi stok beras terdiri dari beras dalam negeri (DN) tahun 2025 sebesar lebih dari 8,7 juta kilogram dan beras HGL lebih dari 3,1 juta kilogram. Selain itu, persediaan jagung juga terbilang kuat dengan jumlah sekitar 1,9 juta kilogram.
“Secara umum stok pangan dalam kondisi melimpah,” ujar Nanda, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, dengan tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Blitar yang rata-rata berada di angka 1.000 ton per bulan, cadangan beras dan telur ayam yang mencapai 12.670 ton diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
Secara teknis, stok yang ada di gudang dinilai sangat aman untuk mencukupi permintaan pasar setidaknya selama tiga bulan mendatang.
Tidak hanya beras dan telur, pasokan protein hewani lainnya juga terjaga dengan baik. DKPP melaporkan ketersediaan daging sapi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan, sementara stok daging ayam broiler dipastikan cukup untuk sekitar tiga bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame, menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Blitar tidak termasuk daerah dengan risiko kerawanan pangan tinggi.
Berdasarkan hasil pemetaan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun ini, desa-desa di Kabupaten Blitar memiliki fondasi ketahanan pangan yang kuat.
“Wilayah Kabupaten Blitar tidak masuk dalam prioritas 1, 2, maupun 3 yang merupakan kategori daerah rentan pangan tinggi,” jelasnya.
Hasil verifikasi data menunjukkan mayoritas desa di Kabupaten Blitar berada pada klasifikasi prioritas 4, 5, dan 6. Dengan kondisi tersebut, ketersediaan pangan yang melimpah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
DKPP Kabupaten Blitar pun terus melakukan pemantauan rutin terhadap jalur distribusi pangan untuk memastikan surplus stok ini dapat tersalurkan dengan baik hingga ke tangan konsumen. (HEV/YUN)



