Pantai Gayasan yang berada di pesisir selatan Kabupaten Blitar kini tak lagi identik dengan kesunyian. Destinasi yang terletak di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, ini perlahan berubah menjadi magnet wisata baru setelah keindahannya tersebar luas di media sosial.

Dalam beberapa waktu terakhir, ribuan wisatawan berdatangan untuk menyaksikan langsung pesona alam Pantai Gayasan yang sebelumnya jarang tersentuh wisata massal.

Sebelum dikenal luas, Pantai Gayasan lebih sering dikunjungi oleh warga sekitar. Minimnya fasilitas pendukung serta kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya mulus membuat pantai ini lama berada di luar perhatian wisatawan umum.

Justru suasana sepi dan alami itulah yang dahulu menjadi daya tarik utama. Panorama laut lepas yang dapat dinikmati dari atas tebing, berpadu dengan hamparan kebun tebu di sekitarnya, menciptakan pemandangan khas yang kemudian viral di dunia maya.

Perubahan besar terjadi ketika foto dan video Pantai Gayasan mulai ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Sejak saat itu, wajah pantai ini perlahan berubah menjadi destinasi yang ramai dikunjungi, terutama oleh kalangan anak muda dan pencinta wisata alam.

Baca juga:  Dolanoo: Teman Setia Wisata Keluarga ke Destinasi Terbaik Thailand!

Salah satu pengunjung, Hidayah, mengaku penasaran setelah mendengar kabar ramainya Pantai Gayasan. “Kami kebetulan mudik ke rumah orang tua di Blitar. Banyak yang bilang sekarang Pantai Gayasan ramai, akhirnya kami ingin melihat langsung,” ujar Hidayah pada Kamis (1/1/2025).

Secara geografis, Pantai Gayasan menawarkan karakter khas pantai selatan Pulau Jawa. Pasir pantainya memiliki gradasi warna yang unik, mulai dari putih, cokelat, hingga kehitaman, berpadu dengan birunya Samudra Hindia yang terbentang luas. Ombak besar yang terus menghantam bibir pantai menghadirkan suasana liar sekaligus eksotis.

Akses menuju Pantai Gayasan kini semakin menarik berkat tersambungnya jalur menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalan ini membelah perbukitan dan pegunungan kapur sehingga menyuguhkan panorama tebing-tebing batu di sepanjang perjalanan.

Banyak wisatawan menyebut pemandangan di jalur ini mengingatkan pada kawasan wisata On The Rock di Gunungkidul, Yogyakarta. “Seru lewat JLS yang baru, jalannya enak, pemandangannya juga bagus, bisa berhenti sebentar buat foto-foto di tengah tebing. Tapi tetap harus waspada karena saat liburan cukup padat,” tutur Hidayah.

Kontur jalan yang berkelok dan membelah gunung menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit pengunjung yang sengaja berhenti untuk mengabadikan panorama tebing dengan latar langit terbuka dan hamparan hijau di kejauhan.

Seorang wisatawan asal Purworejo, Jawa Tengah, bahkan menyebut sensasi melintasi JLS serasa sedang berada di Yogyakarta. “Pas lewat JLS rasanya seperti di Jogja, jalannya menembus gunung dan pemandangannya sangat memanjakan mata,” katanya.

Keberadaan JLS bukan hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga memperkaya pengalaman perjalanan menuju Pantai Gayasan. Jalur ini kini menjadi bagian dari daya tarik wisata, bukan sekadar akses semata.

Sesampainya di lokasi, wisatawan disambut pemandangan pantai yang masih didominasi tebing alami dan vegetasi hijau. Bangunan permanen hampir tidak terlihat sehingga suasana pantai tetap terasa bersih dan alami. Debur ombak besar menjadi latar suara utama yang menegaskan karakter pantai selatan.

“Sekarang sudah ramai, sudah banyak yang berjualan, jadi tidak khawatir kalau lapar,” ujar Dika, salah satu pengunjung lain.

Baca juga:  Desa Wisata Semen Blitar Raih Penghargaan Bergengsi ASEAN

Dari pusat Kota Blitar, jarak menuju Pantai Gayasan sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Rute yang umum ditempuh adalah melalui Kademangan menuju Kecamatan Bakung, lalu masuk ke wilayah Desa Tumpakkepuh setelah melewati Pantai Pangi.

Letak Pantai Gayasan berada tepat di sebelah timur Pantai Pangi yang sudah lebih dulu dikenal. “Dulu sebelum ada JLS, jalannya rusak di beberapa titik. Itu yang membuat perjalanan terasa seperti petualangan, meskipun cukup melelahkan,” ungkap Dika.

Hingga kini, Pantai Gayasan masih tergolong minim fasilitas. Belum tersedia toilet umum yang memadai, area parkir resmi, maupun warung permanen. Meski demikian, keberadaan pedagang lokal yang mulai bermunculan membantu memenuhi kebutuhan pengunjung.

Fenomena viralnya Pantai Gayasan menjadi bukti kuat bagaimana media sosial mampu mengangkat destinasi yang sebelumnya terpinggirkan.

Di balik popularitas yang terus meningkat, muncul pula harapan agar keaslian Pantai Gayasan tetap terjaga. Kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi kunci agar pesona pantai ini tidak pudar. (IND/SAN)

Iklan