Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus memonitor perkembangan kondisi kemiskinan di Bumi Bung Karno sebagai bagian dari proses pendataan sasaran penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Blitar, angka kemiskinan di Kota Blitar saat ini tercatat sebesar 6,6 persen dari total populasi yang mencapai sekitar 160 ribu jiwa (data BPS 2024).

Kepala Bapperida Perencanaan Pembangunan Daerah, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo, menjelaskan bahwa persentase tersebut menunjukkan masih adanya warga yang memerlukan perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah.

Baca juga:  Pemkot Blitar Serius Hidupkan Pasar Legi, Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Penataan

Oleh karena itu, pendataan secara berkala menjadi hal penting untuk menentukan penerima bansos. “Baik itu bansos dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujarnya pada Kamis (4/12/2025).

Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, terdapat 9.690 jiwa yang masuk dalam kategori masyarakat miskin. Kelompok warga ini menjadi prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Salah satu program bantuan yang rutin diberikan kepada warga miskin di Kota Blitar adalah beras sejahtera daerah (Rastrada).

Berdasarkan data BPS, total jumlah penduduk Kota Blitar tahun 2024 sebanyak 161.204 jiwa. Pemerintah daerah kemudian melakukan pengelompokan data untuk menentukan jumlah penerima manfaat dalam berbagai program bantuan sosial. Beragam program sudah disiapkan untuk membantu masyarakat yang masuk kategori miskin.

Baca juga:  Efektivitas Bansos Dipertanyakan: PT Pos Indonesia Ungkap Utang dan Kendala

Pemkot Blitar memiliki beberapa skema bantuan, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, Rastrada, hingga Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Khusus PKH Plus, program ini ditujukan bagi warga lanjut usia berusia 70 tahun ke atas.

Seluruh program bantuan tersebut dirancang untuk membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pemerintah telah menyalurkan BLT Kesra melalui kantor pos. Di Kota Blitar, bantuan tersebut diberikan kepada 1.325 warga, masing-masing menerima Rp 900 ribu untuk periode tiga bulan. (HEV/YUN)

Iklan