Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan menegaskan bahwa dana pinjaman sebesar Rp216 triliun untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah siap dicairkan. Ia menyampaikan bahwa pencairan dana tersebut akan dilakukan setelah penyerapan dana sebelumnya sebesar Rp200 triliun di sistem perbankan selesai dimanfaatkan.
Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp200 triliun yang dimaksud merupakan penempatan dana pemerintah yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia (BI) dan kini dialihkan ke lima bank milik negara, yakni BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI. Dari total tersebut, tiga bank besar masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN sebesar Rp25 triliun, dan BSI memperoleh Rp10 triliun.
Menurut Purbaya, dana tambahan sebesar Rp216 triliun untuk Kopdes Merah Putih telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta disiapkan di sistem perbankan.
Pemerintah juga memberikan subsidi bunga agar koperasi dapat mengakses pembiayaan dengan bunga rendah. Ia menuturkan bahwa bank hanya perlu membayar bunga sebesar dua persen kepada pemerintah, dan bila dana yang tersedia belum cukup, alokasi tambahan akan segera disediakan.
“Dana Rp16 triliun di APBN sudah siap, tetapi pencairan besar-besaran baru akan dilakukan setelah dana Rp200 triliun yang lebih dulu disalurkan benar-benar terserap,” ungkap Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Jumat (24/10).
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa koperasi kini dapat langsung mengajukan pinjaman ke bank tanpa proses birokrasi yang berbelit setelah adanya surat resmi dari Kementerian Keuangan. “Begitu program Kopdes siap, bank langsung menyalurkan dananya. Koperasi bisa segera mencairkan pinjaman,” ujarnya.
Aturan penyaluran dana ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 63 Tahun 2025 yang memperbolehkan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai jaminan bagi bank-bank Himbara dalam menyalurkan pembiayaan.
Purbaya menegaskan bahwa total dana untuk program tersebut kini telah meningkat signifikan, dari sebelumnya Rp16 triliun menjadi Rp216 triliun. Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi pedesaan melalui koperasi dengan target ribuan koperasi dapat mengakses pinjaman hingga Rp3 miliar per koperasi. (IND/SAN)




