Pemerintah Kota Blitar mulai menyalurkan kembali program bantuan beras kesejahteraan daerah (Rastrada) untuk periode triwulan ketiga pada Selasa (30/9/2025). Bantuan ini diberikan secara non-tunai dengan pola distribusi setiap tiga bulan sekali. Pada tahap kali ini, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 7.716 keluarga.
Sad Sasmintarti selaku Kepala Dinas Sosial Kota Blitar mengungkapkan bahwa jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dengan distribusi pada triwulan sebelumnya.
“Jumlah penerima Rastrada di triwulan ketiga mengalami penurunan sebanyak 35 KPM dibandingkan dengan periode kedua,” jelasnya seusai kegiatan penyaluran di Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan.
Penurunan ini, lanjutnya, terjadi karena beberapa penerima telah meninggal dunia tanpa meninggalkan ahli waris, serta adanya kasus penerima ganda dari program bantuan sosial lain.
Rastrada merupakan bantuan rutin yang diberikan kepada keluarga kurang mampu di Kota Blitar. Setiap keluarga penerima berhak atas 10 kilogram beras per bulan, meski realisasi pembagian dilakukan per tiga bulan sekali.
Mulai tahun 2025, mekanisme penyaluran sepenuhnya berbasis non-tunai. Masing-masing penerima manfaat memperoleh kartu khusus yang dapat digunakan untuk mengambil beras di toko-toko yang telah menjadi mitra Dinas Sosial.
Saat ini, ada 106 toko yang bekerja sama. “KPM cukup membawa kartu untuk discan di toko mitra agar bisa menebus bantuan Rastrada,” tambah Sad.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab dipanggil Mas Ibin menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membantu mengurangi beban hidup masyarakat miskin.
Namun, ia juga menekankan adanya kemungkinan penyesuaian di masa depan. Menurutnya, kebijakan daerah tidak jarang mengikuti arahan pemerintah pusat, terutama setelah adanya pengurangan dana transfer ke Kota Blitar yang mencapai lebih dari Rp100 miliar.
“Kami sudah menyampaikan kepada warga bahwa bisa saja pada 2026 ada perubahan. Program yang sebelumnya penuh mungkin akan berkurang, bahkan ada yang dihentikan, termasuk Rastrada. Semua tergantung kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.
Dengan demikian, meski Rastrada tetap berjalan dan memberi manfaat nyata bagi ribuan keluarga, pemerintah daerah tetap harus realistis menyesuaikan program dengan kondisi keuangan yang tersedia. (IND/SAN)




