Salah satu warga Blitar diduga menjadi pelaku penusukan sesama Pekerja Migran di Dalseo-gu, Kota Daegu, Korea Selatan pada hari Minggu (28/4). Saat ini pihak dari Disnaker Blitar masih melakukan penelusuran terkait informasi itu.

Yopie Kharisma Sanusi selaku Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar mengatakan pihaknya belum bisa memastikan informasi itu.

“Hingga saat ini, pihak kami belum bisa memastikan karena hanya dilampirkan pekerja asal Blitar. Belum tahu alamat tepatnya Blitar mana?” Kata Yopie pada hari Rabu (8/5/2024).

Baca juga:  Cegah Kanker Serviks, Dinkes Kota Blitar Digelontor 2 Ribu Vaksin HPV

Yopie mengaku sudah tahu informasi maupun berita seorang PMI tewas di Korea Selatan. Pihaknya juga sudah mengantongi beberapa informasi tentang keterlibatan pekerja migran asal Blitar.

Dia menyebutkan masih ada kendala dalam penelusuran informasi tersebut karena data dari PMI tidak bisa terakses dengan aplikasi yang tersedia saat ini.

“Pihak kami sudah tahu informasi tersebut, namun sekali lagi kami belum bisa mengetahui secara pasti alamat jelas migran tersebut karena di sistem aplikasi yang tersedia saat ini tidak ada keterangannya,” jelas Yopie.

Menurut Yopie, pekerja tersebut diduga tercatat sebagai PMI yang sudah overstay di Korea Selatan. Hal itu karena dirinya tidak menemukan adanya perubahan data atau perpanjangan izin.

“Kemungkinan PMI diduga juga overstay karena informasinya dia di sana sejak 2014 lalu. Nah, saat ini kan sistem aplikasinya beda, jadi kalau tidak ada pembaruan maka tidak tercatat,” katanya.

Meski begitu, Disnaker juga telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil Blitar sehingga diharapkan dapat lebih mudah menelusuri data dan alamat PMI tersebut.

Berdasarkan laporan sementara, konflik antara WNI yang terjadi di Dalseo-gu, Kota Daegu, Korea Selatan (Korsel) tersebut menyebabkan satu orang tewas dan empat orang lainnya terluka.

Dalam meredakan suasana setelah kejadian tersebut, KBRI Seoul telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian lokal, tokoh masyarakat, dan asosiasi WNI, serta Forum Komunikasi Organisasi-organisasi Massa (Fokomasi).

Baca juga:  Seragam Gratis di Kota Blitar Dibagikan Tanpa Ongkos Jahit, Orang Tua: Tidak Masalah

Sementara itu, polisi setempat masih menyelidiki kasus tersebut. Belum ada informasi mengenai penyebab konflik antar WNI tersebut. Namun, otoritas setempat telah menahan seorang WNI yang diduga sebagai pelaku penusukan.

Editor: Indo Guna Santy

Iklan