Pemerintah Kota Blitar mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk menyelenggarakan program bimbingan belajar gratis 2026 bagi siswa tingkat akhir. Program ini secara khusus ditujukan bagi peserta didik kelas XII yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan akses pendidikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Blitar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di sektor pendidikan. Dengan adanya bimbingan belajar tanpa biaya, diharapkan para siswa dari kalangan prasejahtera tetap memiliki kesempatan yang setara dalam mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Baca juga:  Program RT Keren Blitar Cair, Ratusan RT Mulai Ajukan Pencairan

Dindin Alinurdin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah siswa dari keluarga miskin ekstrem maupun rentan. Mereka yang termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 menjadi prioritas utama, disertai kelompok masyarakat yang secara ekonomi dinilai membutuhkan dukungan tambahan.

“Kami telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp1,2 miliar untuk menyokong program bimbingan belajar gratis bagi siswa kelas XII yang berasal dari keluarga tidak mampu,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Cabang Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, sekitar 300 siswa telah teridentifikasi sebagai calon peserta program. Mereka nantinya akan mengikuti kegiatan bimbingan belajar secara intensif selama kurang lebih tiga hingga empat bulan.

Baca juga:  Hari Pertama Uji Coba Produksi, Mesin Boiler Pabrik Triplek di Blitar Terbakar

Dindin menambahkan bahwa pelaksanaan program direncanakan dimulai pada penghujung Januari. “Dengan waktu pendampingan tersebut, kami berharap para siswa lebih siap dan percaya diri saat menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap program ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk menembus perguruan tinggi negeri. “Setidaknya, mereka memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan sebagai bekal menghadapi proses penerimaan mahasiswa baru,” tutupnya. (IND/SAN)

Iklan