Prestasi Menurun, Pemkot Blitar Dorong Evaluasi Total Pembinaan Atlet

evaluasi pembinaan atlet Kota Blitar untuk Porprov Jatim 2026 (Sumber gambar: blitarkawentar.jawapos.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menaruh perhatian serius terhadap penurunan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi semua pihak yang terlibat.

Pada gelaran Porprov terakhir, posisi kontingen Kota Blitar mengalami penurunan cukup signifikan, dari peringkat 18 menjadi peringkat 28. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal kuat perlunya pembenahan dalam sistem pembinaan olahraga.

“Faktanya, prestasi kita menurun. Dari peringkat 18 turun ke peringkat 28. Ini tentu menjadi tantangan yang harus kita evaluasi bersama,” ujarnya saat penyerahan bonus prestasi atlet beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Tangani Kasus Dugaan Korupsi DAM Kali Bentak, Kejari Blitar Banjir Dukungan

Meski berhasil mengoleksi total 37 medali yang terdiri dari 8 emas, 13 perak, dan 16 perunggu, capaian tersebut dinilai belum mampu mendongkrak posisi klasemen secara signifikan.

Wali kota juga menyoroti bahwa besarnya bonus yang diberikan kepada atlet tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi. Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial.

“Belum tentu apresiasi besar itu linear dengan prestasi. Maka ke depan harus ada lompatan prestasi,” tegasnya.

Baca juga:  Transformasi Bursa Kerja: Pemkot Blitar Luncurkan Job Fair Online untuk Fresh Graduate

Ia turut mengingatkan agar para atlet tidak cepat puas dan tetap fokus dalam meningkatkan kemampuan. Menurutnya, kedisiplinan dalam berlatih serta penerapan strategi yang tepat menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.

“Jangan hanya ribut soal hal lain, tapi prestasinya tidak ada. Atlet harus menunjukkan semangat latihan,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Blitar juga mendorong penentuan cabang olahraga (cabor) prioritas yang dinilai memiliki peluang besar dalam menyumbang medali. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembinaan atlet.

Baca juga:  Pemkot Blitar Perketat Pendataan Kemiskinan, Siapkan Beragam Skema Bansos untuk Warga Rentan

“Perlu strategi, misalnya memilih cabang yang berpotensi dan efisien untuk meraih medali,” pungkasnya. (HEV/YUN)

Iklan