Bulan suci Ramadan diperkirakan jatuh pada tanggal 23 Maret 2023. Pada Rabu, (22/3/2023) akan diadakan Sidang Isbat seperti tahun-tahun sebelumnya untuk menentukan tanggal 1 Ramadan. Masyarakat juga menyambut antusias Ramadan tahun ini karena segala aturan PPKM telah dilonggarkan, sehingga mereka bisa melakukan berbagai kegiatan sambut Ramadan dengan bebas.

Belakangan ini, mengingat tahun 2024 akan ada Pemilu serentak, membuat banyak sekali ketegangan politik yang mencuat di Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan ketegangan politik tersebut bisa mereda saat bulan Ramadan.

Baca juga:  Abdullah Abu Bakar Mundur dari Wali Kota Kediri, Siapa Penggantinya?

Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi pada Senin (20/3/2023), mengajak masyarakat untuk menghilangkan sikap narsis, egois dan nafsu serakah selama bulan puasa. Tujuannya, agar tidak ada lagi kebencian dan permusuhan sesama anak bangsa.

“Mari penuhi masjid dengan beritikaf, membaca Al-Qur’an dan memperbanyak zikir, redakan sejenak ketegangan agar bisa berpuasa dengan nyaman,” kata Gus Fahrur.

Gus Fahrur juga meminta politikus Muslim untuk menjalankan puasa dengan baik selama Ramadan. Sementara, bagi politikus non-Muslim, bisa menghormati Ramadan yang penuh berkah. Dia pun mengingatkan soal hikmah puasa.

Baca juga:  Heboh! Orang Tua Pembuang Bayi di Blitar Ternyata Pemuda yang Menemukannya

“Menahan diri dari dorongan untuk segera memiliki, atau melakukan sesuatu yang negatif. Melatih kesabaran, tidak memenuhi sesuatu yang menjadi kebutuhan rutin manusia sehari-hari, yakni makan dan minum, dan sebagainya,” tutur Gus Fahrur.

Sebagai penutup, Gus Fahrur mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang marah dan melakukan kebohongan selama berpuasa. Semua itu harus dilakukan supaya puasanya bisa sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Editor: Luthfia Azarin

Iklan