Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar melaksanakan Musyawarah Daerah (Musyda) ke-12, Ahad (5/3/2023). Musyawarah tertinggi tingkat daerah ini diselenggarakan di Gedung Kesenian Aryo Blitar.

Dalam rangkaian pembukaan Musyda, Organisasi Otonom (Ortom) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) turut meramaikan dengan pagelaran seni. Tentunya, pentas seni yang digelar sebagai bentuk hiburan kepada tamu undangan sekaligus menjadi bukti keterlibatan Muhammadiyah dalam melestarikan budaya dan kesenian khas Indonesia.

Pagelaran seni pertama dibawakan oleh TK ABA 1 yang menggemakan Mars Sang Surya dengan musik angklung. Kemudian dilanjutkan dengan tarian Profil Pelajar Pancasila dari TK ABA 4.

Baca juga:  Diduga Tersandung Kasus Pidana, Bacaleg Dilaporkan ke KPU Kota Blitar

Pentas berikutnya dari Pondok Pesantren Al Ma’un yang menampilkan drama masuk pondok dengan berbahasa Arab. Lalu dilanjutkan dengan seni bela diri Tapak Suci.

Sebagai bukti berjalannya program bilingual, SMP Muhammadiyah 1 Blitar menampilkan pidato 2 bahasa (Arab-Inggris) yang dikemas sangat apik. Sedangkan SMP Muhammadiyah 2 Blitar menyuguhkan Tari Ganda Gejolak Sang Prameswari.

SMK Muhammadiyah 1 Blitar turut menyuguhkan seni terbaiknya, yaitu Tari Ratoe Jaroh dari Aceh. Kemudian disempurnakan oleh penampilan teater dan musik creation of Cakrawala Dwipantara dari SMA Muhammadiyah 1 Blitar.

Baca juga:  Jadi Hal yang Krusial, KPU Perlu Transparan Terkait Keamanan Sistem Data Pemilu

Sebagai kampanye cuci tangan, RS Islam Aminah menampilkan tarian Kreasi Hand Hiegine yang begitu sempurna. Dan sebagai penutup penampilan, RS Umum Aminah menyuguhkan Tarian Selamat Datang sebagai bentuk sambutan kepada tamu undangan terhormat.

Editor: Arin Al-Aziz

Iklan