Dispendukcapil Kota Blitar Kebut Aktivasi IKD, Target 30 Persen Dikejar Jelang Akhir Tahun
Menjelang penutupan tahun 2025, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blltar semakin mengintensifkan proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah percepatan ini dilakukan untuk memenuhi target nasional, yakni minimal 30 persen aktivasi pada tahun ini. Namun, hingga kini progres baru mencapai sekitar 19 persen. Karena itu, strategi jemput bola kembali dimaksimalkan di berbagai kantor kelurahan serta SMA dan SMK.
Plt Sekretaris Dispendukcapil Kota Blitar, Bicherwin Damanik, menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan pelaksanaan aktivasi IKD di sejumlah lokasi. Upaya masif ini dilakukan karena capaian masih cukup jauh dari target yang harus dipenuhi.
“Dari target 30 persen, capaian kami masih sekitar 19 persen. Maka dari itu, menjelang akhir tahun kami semakin intens turun langsung ke lapangan untuk melakukan aktivasi IKD,” tuturnya.
Ia menerangkan bahwa percepatan dilakukan dengan mengombinasikan agenda aktivasi IKD dan layanan jemput bola untuk perekaman KTP elektronik. Kegiatan tersebut digelar secara rutin di kantor kelurahan hingga sekolah-sekolah.
“Perekaman KTP kami jadwalkan tiga kali dalam seminggu. Setiap ada kesempatan, terutama saat sosialisasi administrasi kependudukan, kami juga membuka layanan aktivasi IKD,” jelasnya.
IKD sendiri merupakan program digitalisasi layanan administrasi kependudukan yang sedang digalakkan pemerintah pusat. Melalui IKD, berbagai data adminduk seperti KTP, KK, hingga dokumen pencatatan sipil dapat diakses melalui satu aplikasi. Sistemnya dibuat terintegrasi sehingga keamanan data masyarakat tetap terjaga.
“Dengan IKD, masyarakat bisa lebih mudah mengakses data kependudukan mereka. Semuanya terdigitalisasi dengan keamanan yang terjamin,” ujar Bicherwin.
Di Kota Blitar, jumlah penduduk wajib KTP diperkirakan mencapai 123 ribu jiwa. Artinya, sekitar 36.900 warga harus mengaktifkan IKD sebelum pergantian tahun. “Jumlah wajib KTP juga terus bertambah, sehingga proses percepatan tidak boleh berhenti,” imbuhnya.
Ia tetap optimistis target bisa diraih dengan dukungan semua pihak, terutama masyarakat yang kini semakin terbiasa menggunakan layanan berbasis digital. Dispendukcapil juga terus melakukan edukasi agar warga memahami pentingnya IKD sebagai identitas kependudukan modern.
“Harapannya, hingga akhir tahun nanti, target 30 persen bisa tercapai. Kami terus berupaya semaksimal mungkin,” pungkasnya. (HEV/YUN)



