Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada situs pendaftaran calon siswa SMA/SMK memerlukan perbaikan. Banyak calon siswa yang berniat mendaftar ke SMKN 1 Nglegok harus melakukan verifikasi di sekolah lain sehingga mereka harus bepergian jauh hanya untuk memverifikasi data.

Hal ini menyebabkan banyak calon siswa dan orang tua mengeluhkan proses verifikasi kepada panitia PPDB di SMKN 1 Nglegok.

Keinginan mereka untuk memverifikasi di SMKN 1 Nglegok terhambat oleh pembagian sistem PPDB Jawa Timur (Jatim).

“Hari ini adalah hari pertama kami melayani verifikasi data PPDB calon siswa. Ada masalah pada sistem, termasuk banyaknya siswa yang harus verifikasi ke sekolah yang jauh padahal tujuannya ke SMKN 1 Nglegok,” kata Edy Arif Fauzi selaku Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Nglegok.

Baca juga:  Hujan dan Angin Kencang Berujung Beringin Alun-Alun Blitar Tumbang

Dia menjelaskan bahwa verifikasi menjadi masalah serius karena calon siswa harus memprosesnya di sekolah yang jauh. Misalnya, ada calon siswa dari Kecamatan Talun yang harus verifikasi di SMKN Doko dan calon siswa dari Kecamatan Nglegok yang harus verifikasi di SMKN 1 Bakung padahal tujuan pendaftaran mereka adalah ke SMKN 1 Nglegok.

Edy menambahkan bahwa masalah ini karena sistem web PPDB yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Jatim, di mana pembagian verifikasi data tidak merata di setiap sekolah sehingga calon siswa harus pergi jauh untuk mengurusnya.

“Sistem mengalami beberapa kendala. Di SMKN 1 Nglegok, ada verifikasi kesehatan untuk jurusan tertentu yang harus dilakukan. Namun, formulir tersebut belum tersedia di situs web provinsi pada Selasa pagi dan baru muncul pada siang harinya,” katanya.

Hal ini menyebabkan beberapa calon siswa yang datang pada pagi hari di SMKN 1 Nglegok harus menunggu. Mereka tidak bisa mengunggah berkas mereka sampai formulir verifikasi kesehatan tersedia.

Guru olahraga tersebut menjelaskan bahwa sistem PPDB tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, semua calon siswa diarahkan langsung oleh sistem, termasuk lokasi verifikasi dan validasi data. Diduga ada ketidaksesuaian antara petunjuk teknis (juknis) dan sistem web PPDB SMA/SMK.

Baca juga:  Tempat Karaoke di Blitar Terbakar, Pengunjung Masih Asyik Bernyanyi

Pada PPDB tahun lalu, calon siswa bisa memilih sendiri lokasi untuk verifikasi dan validasi data sehingga mereka tidak harus jauh-jauh melakukannya dan bisa di sekolah terdekat atau yang dituju.

Terpantau hingga Selasa siang, sudah ada 100 calon siswa yang memverifikasi data PPDB di SMKN 1 Nglegok. Jumlah ini masih setengah dari target karena SMKN 1 Nglegok siap melayani 200 calon siswa tiap hari.

“Untuk PPDB kali ini, ada beberapa jalur seperti afirmasi, prestasi nilai akademik SMK, dan jalur zonasi. Kami menyediakan 16 rombongan belajar (rombel) dengan satu rombel terdiri dari 35 siswa sehingga totalnya 560 kuota,” katanya.

Editor: Indo Guna Santy

Iklan