Amoxsan adalah salah satu antibiotik yang sering diresepkan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri.

Obat ini termasuk dalam kelompok antibiotik penisilin yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri. Beberapa kondisi yang bisa diobati dengan Amoxsan antara lain:

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Seperti bronkitis, sinusitis, dan pneumonia.
  • Infeksi Saluran Kemih: Termasuk infeksi kandung kemih (sistitis) dan infeksi ginjal (pielonefritis).
  • Infeksi Kulit: Seperti abses, selulitis, dan impetigo.
  • Infeksi Telinga: Otitis media adalah salah satu kondisi yang sering diobati dengan Amoxsan.

Dosis Amoxsan

Dosis Amoxsan yang tepat bergantung pada jenis dan keparahan infeksi serta usia dan kondisi kesehatan sobat. Berikut adalah panduan umum dosis Amoxsan:

  • Dewasa dan Anak di Atas 12 Tahun: Dosis umum adalah 250-500 mg setiap 8 jam, atau 500-875 mg setiap 12 jam. Untuk infeksi yang lebih parah, dosis bisa ditingkatkan hingga 1 gram setiap 8 jam.
  • Anak-Anak di Bawah 12 Tahun: Dosis ditentukan berdasarkan berat badan anak. Dosis biasanya adalah 20-40 mg/kg berat badan per hari, dibagi menjadi 3 dosis yang diberikan setiap 8 jam. Untuk infeksi yang lebih parah, dosis bisa ditingkatkan hingga 45 mg/kg berat badan per hari.
Baca juga:  Ini Daftar Makanan yang Cocok untuk Penderita Asam Lambung

Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker sobat dalam menggunakan Amoxsan. Jangan menghentikan pengobatan lebih awal meskipun sobat merasa sudah lebih baik, karena hal ini bisa menyebabkan infeksi kambuh atau bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

Efek Samping Amoxsan

Seperti obat lainnya, Amoxsan juga bisa menyebabkan efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  • Efek Samping Umum: Termasuk mual, muntah, diare, dan ruam kulit.
  • Reaksi Alergi: Meski jarang, Amoxsan bisa menyebabkan reaksi alergi yang serius. Tanda-tandanya meliputi gatal-gatal, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta kesulitan bernapas. Jika sobat mengalami gejala ini, segera hentikan penggunaan Amoxsan dan cari bantuan medis.
  • Gangguan Pencernaan: Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut dan gangguan pada usus.
  • Superinfeksi: Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak sesuai bisa menyebabkan infeksi baru yang disebabkan oleh bakteri atau jamur yang resisten terhadap Amoxsan.
Baca juga:  Rumah Sakit Medika Utama Blitar Bayar Tagihan BPJS Ratusan Difabel

Amoxsan adalah antibiotik yang efektif untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri. Penggunaan yang tepat dan sesuai dosis sangat penting untuk memastikan efektivitasnya dan mencegah resistensi bakteri.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sobat sebelum memulai pengobatan dengan Amoxsan dan waspadai efek samping yang mungkin terjadi. Yuk kunjungi laman pafikotalumajang.org, laman resmi milik Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) yang membagikan berbagai informasi seputar obat-obatan dan kefarmasian. Semoga bermanfaat!

Iklan