Seorang sopir bus di Terminal Patria Kota Blitar diduga terlibat penyalahgunaan narkoba setelah hasil tes urine menunjukkan indikasi positif. Dugaan tersebut mencuat saat dilakukan pemeriksaan urine secara mendadak terhadap awak bus yang masuk ke terminal tersebut. Namun, sopir yang belum diketahui identitasnya itu justru melarikan diri sesaat setelah hasil tes diketahui.
Tes urine tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan keselamatan transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa salah satu sopir bus menunjukkan hasil positif zat metaphetamin yang dikenal sebagai narkotika jenis sabu. Hal ini disampaikan oleh Yusuf Eko Hariyanto selaku Subkoordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Blitar.
“Memang benar, dari hasil pemeriksaan terdapat satu orang yang hasilnya positif. Parameter yang muncul mengarah pada metaphetamin atau sabu,” ujar Yusuf pada Selasa (23/12/2025).
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa petugas tidak sempat melakukan asesmen lanjutan karena yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi pemeriksaan. “Begitu hasil diketahui, orang tersebut langsung pergi sehingga belum bisa dilakukan pendalaman atau asesmen awal. Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Polres Blitar Kota,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 56 orang yang terdiri dari sopir dan kernet bus menjalani tes urine secara acak dan mendadak ketika armada tiba di Terminal Patria. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjamin keamanan penumpang serta menekan potensi peredaran narkoba di sektor transportasi umum.
Sementara itu, AKP Rokhani sebagai Kasatnarkoba Polres Blitar Kota juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pencarian terhadap sopir bus yang kabur.
“Informasi di lapangan memang menunjukkan hasil positif sabu dan yang bersangkutan adalah sopir. Saat ini masih dalam proses pengejaran,” tegasnya. (IND/SAN)




