Nuansa Eropa hingga Wisata Air, Kampung Coklat Blitar Siap Manjakan Pengunjung Saat Nataru

wisata Kampung Coklat di Blitar (Sumber gambar: traveloka.com)

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi waktu favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Menyambut momen tersebut, destinasi wisata unggulan di Blitar, Kampung Coklat, tampil dengan wajah baru. Wisata edukasi yang berada di Kecamatan Kademangan ini menghadirkan tiga wahana anyar yang siap memikat ribuan wisatawan selama musim liburan akhir tahun.

Tak lagi sekadar menawarkan wisata kuliner berbasis cokelat, Kampung Coklat kini menyuguhkan pengalaman visual dan rekreasi yang lebih beragam. Pengelola Kampung Coklat, Ahmad Nahru Mufti Alam, mengungkapkan bahwa sejumlah pembaruan sengaja disiapkan untuk menyambut lonjakan pengunjung saat Nataru.

Gerbang Galeri Bergaya Eropa

Perubahan paling mencolok terlihat di area Galeri Coklat. Pintu masuk yang sebelumnya sederhana kini disulap menjadi gerbang megah dengan nuansa arsitektur Eropa, menyerupai pintu kastil klasik.

Baca juga:  Harus Berhati-hati, Akses Jalan Menuju Perkebunan Sirah Kencong Blitar Rusak di Beberapa Titik

“Ada tiga hal baru yang kami siapkan, salah satunya pintu masuk galeri yang dibuat seperti pintu Eropa,” ujar Ahmad Nahru Mufti Alam.

Tampilan elegan ini langsung menjadi magnet bagi pengunjung, terutama pecinta fotografi. Spot tersebut dinilai sangat Instagramable dan memberikan sensasi seolah berwisata ke Eropa tanpa harus meninggalkan Blitar.

Kolam Renang Baru untuk Wisata Keluarga

Wahana baru berikutnya adalah kolam renang yang dihadirkan untuk menambah kenyamanan wisata keluarga. Kehadiran kolam renang ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi anak-anak yang ingin bermain air setelah berkeliling area wisata.

Dengan tambahan wahana air tersebut, Kampung Coklat kini semakin lengkap sebagai destinasi wisata terpadu. Pengunjung dapat menikmati edukasi seputar kakao, kuliner cokelat, hingga rekreasi air dalam satu kawasan.

Kebun Kakao Seluas 8 Hektare

Wahana ketiga menyasar pengunjung pencinta alam dan edukasi. Kampung Coklat memperluas area perkebunan kakaonya hingga mencapai sekitar 8 hektare.

“Yang ketiga pastinya ada kebun sekitar delapan hektare,” tambah Nahru.

Hamparan kebun kakao yang luas dan hijau menawarkan suasana sejuk dan asri. Pengunjung dapat berjalan santai di antara pohon kakao sambil melihat langsung proses pertumbuhan bahan baku cokelat.

Tiket Terusan Tetap Terjangkau

Meski tampil dengan konsep yang lebih segar dan modern, Kampung Coklat tetap mempertahankan harga tiket yang ramah di kantong. Untuk tiket masuk reguler, pengunjung cukup membayar Rp 20.000. Sementara itu, tersedia Tiket Terusan seharga Rp 35.000 bagi wisatawan yang ingin menikmati seluruh wahana.

Baca juga:  Kabupaten Blitar Tegaskan Komitmen Menuju Zero Bullying demi Wujudkan Generasi Emas 2045

“Tiket terusan Rp 35 ribu sudah termasuk akses ke 14 wahana, termasuk kolam renang baru,” jelas Nahru.

Prediksi Lonjakan Pengunjung Usai Tahun Baru

Menjelang libur panjang, jumlah kunjungan ke Kampung Coklat mulai menunjukkan peningkatan. Pada hari biasa, pengunjung berkisar 300 orang per hari, sementara akhir pekan bisa mencapai 3.000 orang.

Puncak kunjungan diperkirakan terjadi setelah pergantian tahun.
“Puncaknya diprediksi tanggal 1 Januari. Kami perkirakan sekitar 5.000 sampai 10.000 pengunjung akan datang,” pungkasnya.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, Kampung Coklat optimistis menjadi salah satu destinasi favorit keluarga untuk menghabiskan libur Nataru dengan pengalaman wisata yang lebih berkesan. (HEV/YUN)

Iklan