Kuota Minim, Pemprov Jatim Dorong Penambahan Gas Melon untuk Kabupaten Blitar
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana mengajukan penambahan kuota gas melon ke pemerintah pusat untuk Kabupaten Blitar. Rencana ini muncul setelah dilakukan monitoring bersama Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar di sejumlah titik konsumen.
Koordinator Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Nurchayati, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan beberapa pangkalan masih menghadapi keterbatasan suplai LPG 3 kilogram.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi elpiji subsidi berjalan sesuai aturan sekaligus menindaklanjuti laporan mengenai keterbatasan pasokan di beberapa titik. “Sepertinya pasokannya kurang. Insyaallah saya akan berkomunikasi dengan Pertamina, mungkin memang perlu ada penambahan kuota. Tadi pangkalan juga menyampaikan keluhan serupa,” ujarnya.
Nurchayati menambahkan bahwa pengajuan tambahan kuota harus melalui pemerintah pusat. Meski sering kali tidak disetujui, pihaknya tetap berupaya mengusulkan sesuai kebutuhan daerah. Usulan akan tetap diajukan kepada kementerian, sementara keputusan akhir berada pada pemerintah pusat.
“Beberapa kali memang tidak dipenuhi, tetapi ada juga yang disetujui setelah kami sampaikan kondisi di lapangan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa harga elpiji di Kabupaten Blitar masih tergolong normal. Di tingkat pangkalan, LPG 3 kg dijual seharga Rp 18 ribu, sementara di pengecer berada di kisaran Rp 19 ribu–Rp 20 ribu. Kondisi ini dianggap wajar dan tidak menunjukkan adanya kenaikan harga.
“Kabupaten Blitar dari dulu sangat tertib. Sejak saya memonitor LPG tahun 2015, Blitar selalu bagus. Hampir tidak pernah ada pelanggaran di pangkalan. Dalam monitoring kali ini, tim mengecek beberapa lokasi, seperti laundry, rumah makan, dan pangkalan LPG,” jelasnya.
Monitoring tersebut bertujuan memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan stok tersedia bagi masyarakat. Tim juga melakukan pengecekan di kafe dan laundry, dan mereka kedapatan menggunakan LPG non-subsidi sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua Korda LPG Hiswana Migas DPC Kediri, Chandra Wijaya, memastikan bahwa alokasi LPG di wilayah Blitar selama ini tersalurkan sesuai jadwal. Penyaluran dari SPBE ke agen berjalan lancar tanpa kendala, sehingga seluruh alokasi dapat terpenuhi.
“Di beberapa titik, termasuk laundry dan rumah makan, tidak ditemukan penyimpangan. Pangkalan juga mencatat penyaluran sesuai peruntukan,” ujarnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Chandra menjelaskan bahwa Pertamina biasanya meningkatkan pengawasan melalui program Pertamina Siaga. Jika terjadi lonjakan permintaan, biasanya akan diberikan fasilitas tambahan. Namun hingga kini belum ada informasi terkait permintaan penambahan kuota.
“Meski jumlah alokasi tiap pangkalan berbeda, total jatah harian untuk Kota Blitar mencapai sekitar 7 ribu tabung,” pungkasnya. (HEV/YUN)



