Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan langkah pencegahan penyakit zoonosis, terutama rabies. Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah pemberian vaksin anti rabies (VAR) kepada 40 orang yang terdiri atas pemilik dan pekerja klinik hewan. Mereka dianggap memiliki risiko tinggi terpapar karena setiap hari berhubungan langsung dengan hewan yang berpotensi menjadi pembawa virus rabies.
Dharma Setiawan selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar menjelaskan bahwa program vaksinasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari ancaman rabies.
Ia menyampaikan bahwa vaksin diberikan kepada individu yang sehari-hari menangani atau berinteraksi dengan hewan seperti petugas penangkap hewan, pekerja klinik hewan, maupun para pemiliknya. Dharma menjelaskan bahwa belum ditemukan adanya kasus rabies di wilayah Kota Blitar, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga.
“Sebanyak empat puluh orang dari kalangan pemilik dan pegawai klinik hewan telah mendapatkan vaksinasi anti rabies yang difasilitasi Dinkes Kota Blitar karena kelompok ini dinilai sangat rentan terhadap risiko penularan akibat kontak langsung dengan hewan pembawa virus,” jelasnya.
Dharma juga menegaskan bahwa rabies adalah penyakit berbahaya yang bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Ia menjelaskan, penularan rabies dapat terjadi melalui gigitan maupun cakaran dari hewan yang terinfeksi seperti anjing, kucing, dan kera.
Oleh karena itu, vaksinasi bukan hanya diberikan pada hewan peliharaan, tetapi juga kepada mereka yang memiliki intensitas tinggi dalam berinteraksi dengan hewan. “Pemberian VAR bagi kelompok rentan merupakan langkah pencegahan yang efektif untuk memutus rantai penularan di masyarakat,” tegasnya.
Program vaksinasi ini direncanakan berlangsung secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dharma menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Blitar untuk mewujudkan kota yang sehat dan terbebas dari penyakit zoonosis melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. (IND/SAN)




