Honda Genio adalah salah satu motor skuter matik (skutik) keluaran Astra Honda Motor (AHM) yang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 2019.
Motor ini masuk ke segmen entry-level skutik 110 cc, jadi posisinya mirip-mirip dengan Honda BeAT, hanya saja Genio dibuat dengan tampilan yang lebih stylish, simpel, dan modern untuk menyasar anak muda serta pengguna motor perkotaan yang butuh kendaraan praktis.
Namun bagaimana jika motor seperti Genio mengalami selip ban?
Salah satu komponen yang bisa dikatakan sangat penting adalah ban motor. Ban motor adalah komponen vital yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi kenyamanan, stabilitas, dan terutama keselamatan berkendara.
Tetapi seiring pemakaian, ban akan terkikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi ampas ban atau istilah lain untuk ban yang sudah habis masa pakainya.
Banyak pengendara sering mengabaikan tanda-tanda ban aus, padahal risiko yang ditimbulkan sangat besar, seperti tergelincir di jalan licin, sulit mengerem, hingga pecah ban. Lalu, apa saja tanda-tanda ban motor yang sudah terkikis dan harus segera diganti?
1. Alur Ban Menipis atau Hilang
Alur ban (pattern) berfungsi membuang air saat hujan agar ban tetap mencengkram jalan. Jika alur sudah menipis bahkan hilang, daya cengkeram berkurang drastis. Ban tanpa alur akan sangat berisiko tergelincir di jalan basah karena fenomena aquaplaning, yaitu kondisi ban melayang di atas air.
Cara mudah mengeceknya adalah dengan melihat TWI (Tread Wear Indicator). TWI biasanya berupa tonjolan kecil di dalam alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tonjolan tersebut, artinya ban sudah waktunya diganti.
2. Permukaan Ban Botak atau Halus
Ban yang sudah botak akan terasa lebih licin saat berkendara. Teksturnya tidak lagi kasar, melainkan halus seperti plastik. Kondisi ini menandakan karet ban sudah keras dan kehilangan elastisitas.
Ban yang botak lebih berbahaya di jalan basah karena mudah selip. Bahkan di jalan kering sekalipun, jarak pengereman akan lebih panjang karena tidak ada lagi daya gigit pada aspal.
3. Ban Sering Bocor atau Kempis
Ban yang sudah aus cenderung lebih tipis dan mudah ditembus benda tajam seperti paku atau kerikil. Jika motor sering mengalami bocor halus (ban kempis perlahan) tanpa sebab jelas, kemungkinan besar permukaan ban sudah terlalu tipis.
Selain itu, dinding ban yang menipis juga lebih rentan retak. Jika dibiarkan, ban bisa pecah mendadak saat digunakan.
4. Muncul Retakan Halus pada Ban
Ban terbuat dari campuran karet yang seiring waktu bisa mengeras. Jika sudah terlalu lama dipakai atau sering terpapar panas dan hujan, ban akan mulai menunjukkan retakan-retakan kecil di permukaan. Retakan ini bukan hanya tanda ban tua, tetapi juga indikasi bahwa ban sudah tidak elastis lagi dan harus segera diganti.
5. Motor Terasa Goyang atau Kurang Stabil
Ban aus sering kali membuat motor terasa berbeda saat dikendarai. Contohnya, motor jadi lebih sulit dikendalikan, terasa goyang, atau bergetar saat kecepatan tinggi. Hal ini bisa disebabkan karena ban sudah tidak bulat sempurna akibat keausan yang tidak merata.
6. Umur Ban Sudah Melebihi 3–4 Tahun
Meskipun alur ban masih terlihat cukup dalam, ban yang sudah berusia lebih dari 3–4 tahun biasanya sudah mengeras dan kehilangan daya cengkeram. Jadi, selain melihat kondisi fisik, usia ban juga perlu diperhatikan.
Bahaya Menggunakan Ban yang Sudah Terkikis
Menggunakan ban ampas sangat berisiko, terutama bagi keselamatan. Berikut beberapa bahayanya:
- Mudah selip saat jalan basah atau licin.
- Jarak pengereman lebih panjang, sehingga sulit berhenti mendadak.
- Rawan pecah ban, terutama di jalan panas atau saat melaju cepat.
- Mengurangi kenyamanan berkendara, motor terasa tidak stabil.
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika tanda-tanda di atas sudah terlihat, sebaiknya segera lakukan langkah berikut:
- Segera ganti ban dengan ukuran sesuai rekomendasi pabrikan.
- Pilih ban berkualitas dari merek terpercaya agar lebih awet dan aman.
- Sesuaikan jenis ban dengan kebutuhan, misalnya ban harian, ban touring, atau ban basah jika sering melewati jalan hujan.
- Merawat ban dengan baik: jaga tekanan angin, hindari beban berlebih, dan servis motor secara rutin.
Ban motor yang sudah terkikis atau menjadi ampas bisa dikenali dari beberapa tanda: alur menipis, permukaan botak, sering bocor, muncul retakan, motor terasa goyang, atau usia ban sudah lebih dari tiga tahun.
Mengabaikan tanda-tanda ini bisa berakibat fatal karena ban yang aus tidak mampu mencengkeram jalan dengan baik. Karena itu, jangan menunggu hingga ban benar-benar gundul atau pecah.
Segera ganti ban jika sudah menunjukkan gejala aus agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Ingat, keselamatan jauh lebih berharga daripada menunda mengganti ban.
Motor Genio memang memiliki bodi yang ramping, ringan, dan bergaya retro-modern. Namun, jika ban tidak dirawat dengan baik, maka ban motor Genio juga bisa cepat rusak.




